Senin, 28 Maret 2016

Puisi Puisi Sufi

*Jalaludun Rumi*

PUASA MEMBAKAR HIJAB

Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.



DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN
Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar Aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana cuma ada tempat tinggal
(legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna …
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.

DISEBABKAN RIDHO-NYA

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,
Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini
dengan Cinta-Mu?
KARENA CINTA
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan

LETAK KEBENARAN

Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,
Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.

*Ibn ‘Arabî*



ونظام ومنبر وبيان # طال شوقى لطفلة ذات نثر
من أجل البلاد من أصبهان # من بنات الملوك من دار فرس
وأنا ضدها سليل يمانى # هى بنت العراق بنت إمامى
أكوسا للهوى بغير بنان # لو ترانا برامة نتعاطى
أن ضدين قط يجتمعان # هل رأيتم يا سادتى أو سمعتم
طيبا مطربا بغير لسان # والهوى ببيننا يسوق حديثا
يمن والعراق معتنقان # لرأيتم ما يذهب العقل فيه
Betapa rinduku begitu panjang
Kepada gadis kecil penulis prosa
Nizham, mimbar, dan bayan
Dialah putri raja-raja Persia
Negeri megah dari Ashbihan
Putri Irak, putri imamku
Sementara aku sebaliknya, hanyalah keturunan orang Yaman
Andai kalian tahu betapa kami berdua
Saling menghidangkan cawan-cawan cinta
Meski tanpa jari-jemari
Apakah kalian tahu, wahai tuan
Dua tubuh yang berbeda dapat bersatu
Cinta kami berdua yang menuntun kami bicara
Dengan manis, dengan indah, meski tanpa kata-kata
Nicaya kalian tahu meski hilang akal
Bahwa orang Yaman dan Irak bisa berpelukan
(Tarjuman al-Asywaq, hlm. 24)
mahbubiyah.blogspot

Senin, 15 Februari 2016

Kunci kesuksesan Menurut ulama' dahulu

Ulama' zaman dahulu telah membuktikan bahwa kunci kesuksesan hanya ada 3 :



 
1 sungguh-sungguh
2 mempunyaii cita-cita yang tinggi
3 continue (terus-menerus)

 

Nb: kesuksesan juga tidak dikarnakan gemerlapnya sekolahan...




( ta'lim muta'alim ) *Syech ZARNUJI*mahbubiiyah.blogspot.coom

Kamis, 11 Februari 2016

perempuan sholihah adalah idaman lelaki masakini

ASSALAMU'ALIKUM WR WB
Alhamdulillah segala Puji dan Syukur bagi Allah SWT yang selalu melimpahkan Rahmat kepada kita semua
tak lupa Sholawat dan salam tetap tercurahkan Kehadirot Baginda Rosulullah Muhammad SAW
yang telah menuntun dan memberi pencerahan pada kita dari masa kegelapan menuju ke terangan ini yaitu Addinul Islam.... tak sepantasya jika kita tdk sering membaca Sholawat kepada Beliau
Allahumasholi'ala Sayidina Muhammad
di sini saya Akan membahas Beberapa Hadist dari Rasulullah
tentang Akhlaq dan perilaku perempuan.. semoga kita dapat mengambil ilmu presepsi ini.. dan mendapatkan Hidayah Dari Allah SWT  Aminn dan semgoga Ilmu kita Adalah Ilmu yang bermanfaat da Barokah



*Hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad rodhiallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu'alaihi wa salam bersabda padanya:
"Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat (masukkan) ke mulut istrimu." (HR Bukhori Muslim)


*Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
“Dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya bagaikan punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

*Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, maka engkau mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuatlah baik kepada wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ALLAHUMASHOLI'ALAMUHAMMAD
mahbubiyah.blogspot.com

Perempuan sholihah Adalah idaman lelaki masa kini..

Selasa, 09 Februari 2016

5 orang yang di jamin masuk Surga

5 orang yang di jamin masuk Surga




1. Baginda Rosulullah Muhammad SAW

2. Sayidatina Fatimah Az -Zahra R.a
3. Sayidina Ali bin Abi Tholib Karomallahu wajhah
4. Sayidina Hassan R.a
5. Sayidina Husain R.a
mahbubiyah.blogspot.com 

5 Kriteria/sifat yang membuat orang menjadi tidak Sholeh dari Sayidina Ali bin Abi Tholib K.w

5 Kriteria/sifat yang membuat orang menjadi tidak Sholeh

dari Sayidina Ali bin Abi Tholib
Karomallahu wajhah
 

1. orang yang merasa senang dengan kebodohan
2. Tamak kepada dunia (di perbudak dunia)
3. Riya' dalam beramal (suka gengsi)
4. Pelit ( medit)
5. Membanggakan diri ( sombong ) 



 semoga bermanfa'at... dan Barokah !! salam ceria (selendang MAhbubiyah)

mahbubiyah.blogspot.com

Ramalan JAYABAYA yang bersumber dari SUNAN GIRI

(Telaah Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya)(Telaah Serat Praniti Wakya Jangka Jayabaya)
Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja kerajaan Kediri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yang dilestarikan secara turun-temurun oleh para pujangga. Asal-usul utama serat Jangka Jayabaya dapat dilihat pada Kitab Musasar yang digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keasliannya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yang menuliskan bahwasanya Jayabayalah yang membuat ramalan-ramalan tersebut.
''Kitab Musasar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, musuh takut dan takluk, tak ada yang berani''. Meskipun demikian, kenyataannya dua pujanga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut dalam kitab-kitab mereka Kakawin
Bharatayuddha, kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya, bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis. Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha. Sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna, titisan batara Wisnu ingin menikah dengan Dewi Rukmini, dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan

Senin, 08 Februari 2016

KRITERIA-KRITERIA PASANGAN IDAMAN di masa kini

Assalamu'alikum selamt sore saudaraku, salam ceria.....  🙂
Bagi kalian yang belum pernah berhubungan dan mau mencari pasangan semoga kriteria* laki-laki dan perembpun idaman di sisni dapat mebantu anda untuk memilih
dan bagi sahabat yg sudah berhubungan pacaran maupun pernikahan ... Jadilah seorang pasangan yg mempunyai setia yang suci

RACUN KRITERIA-KRITERIA PASANGAN IDAMAN di masa kini

kriteria-kriteria perempuan
cariah
1. cweek yang berAkhlaq (karna inilah salah satu keindahan dari prempan)
2 cewek yang bisa memasak (karna di era ini para perempun mayoritas tdk bisa memasak dn  tidak    mau beajar memasak, ini masuk dalam faktor ekonomi)
3. cewek yang cantik
4. cewek yang belum pernah berpacara,atau belum pernah menjalai hubugan dgn orang lain ( inilah kebahagian yg indah dalam hubungan, karna pastinya tdk ada yg ngomong2in permpuan kita,contohnya dari mantan-mantanya dulu/ dari laki-laki yg pernah berhubungn gk jelas dgn cewek kita , bagaimana persaan kita waktu sudah menikah jikala ada  laki laki yang bilang *isrimu lo dulu bekas pacarku/ cewek (istri) itu  lo dulu pernah berhubungn sama aku*
bagai mana perasan kalian sebagai suami.?)

kriteria-kiteria laki-laki


 1. laki-laki yang berakhlaq (karana inilah imam yang di carai dunia akhiat)
2. laki-laki yang sucses ( suatu kebutuhan jasmani perempuan)
3. laki-laki yang belum pernah berpacara,atau belum pernah menjalai hubugan dgn orang lain
( sebaliknya dari kiteria perempuan idaman)
mahbubiyah.blogspot.com
SEMOGA BERMANFAAAT ............ DAN MOHN MAAF BILA ADA KEKURNGAN..
sumber; racun dari Ustd. ABDUL HALIM .S.E

Sabtu, 06 Februari 2016

Abu Nawas selamat dari Amarah sang istri

Assalamu’alikum para saudarku salam ceria bersama kang UDENG PUTIH MAHBUBIYAH
tok tok tok.... tokk......  kemesraan dalam malam suami istri hehehehe

Abu Nawas mempunyai kebiasaan pulang larut malam dan hal itu sangat menjengkelkan istrinya. Sang istri pun akhirnya membuat rencana untuk memberikan hukuman kepada Wan Abu. Dan...

Rencana terealisasi dengan sempurna, tapi anehnya Abu Nawas malah selamat dari rencana istrinya tersebut. Ternyata Abu Nawas Abu Nawas yang dipukuli istrinya itu merupakan seorang pencuri.
Bagaimana Kisahnya.
Alkisah
Pada suatu hari, Abu Nawas keluar rumah hingga larut malam. Hal itu membuat istrinya merasa gelisah dan emosi karena sudah berjam-jam menunggu di rumah. Ia pun tidak bisa tidur gara-gara Abu Nawas yang masih dalam tanda tanya. Bahkan istri Abu Nawas sudah menyiapkan suatu rencana untuk memarahi Abu Nawas ketika dia pulang nanti.


Waktu pun sudah menunjukkan larut malam, begitu gelap, namun Abu Nawas tetap saja tak kunjung kembali pulang. Tiba-tiba saja, dalam kondisi yang seperti itu, terdengaseperti r suara orang yang hendak masuk dari jendela rumah yang terbuat dari kayu. Mendengar suara itu, istri Abu Nawas pun langsung siap siaga untuk melancarkan aksinya

mahbubiyah.blogspot.com 

sejarah Ronggolawe

           SEJARAH RONGGOLAWE DI TANAH TUBAN

Sejarah Tuban - Masyarakat Tuban tidak bisa dipisahkan dari legenda Ronggolawe dan Brandal Lokajaya. Legenda itu begitu kental dan menyejarah sehingga sedikit banyak mewarnai pembentukan sistem nilai pribadi dan sosial. Elite politik sering kali memanfaatkan untuk kepentingan dan pencapaian target politiknya. 
Legenda Ronggolawe versi masyarakat Tuban berbeda dengan naskah sejarah seperti ditulis kitab Pararaton maupun Kidung Ranggolawe. Menurut Kidung Ranggolawe, tindakan ngraman (berontak) Ronggolawe dilancarkan setelah tuntutannya agar pengangkatan Empu Nambi sebagai Patih Amangkubumi Majapahit dianulir. 
Rudapaksa politik yang menurut Pararaton terjadi pada tahun 1295 itu berakhir tragis. Raja Kertarajasa Jayawardhana menolak tuntutan Ronggolawe tersebut. Pasukan dikirim untuk menyerang Ranggolawe. Akhirnya Ronggolawe diperdayai untuk duel di Sungai Tambak Beras. Dia pun tewas secara mengenaskan oleh Mahisa Anabrang. 
Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe bukanlah pemberontak, tetapi pahlawan keadilan. Sikapnya memprotes pengangkatan Nambi, karena figur Nambi kurang tepat memangku jabatan setinggi itu. 
Nambi tidak begitu besar jasanya terhadap Majapahit. Masih banyak orang lain yang lebih tepat seperti Lembu Sora, Dyah Singlar, Arya Adikara, dan tentunya dirinya sendiri. 
Ronggolawe layak menganggap dirinya pantas memangku jabatan itu. Anak Bupati Sumenep Arya Wiraraja ini besar jasanya terhadap Majapahit. Ayahnya yang melindungi Kertarajasa Jayawardhana ketika melarikan diri dari kejaran Jayakatwang setelah Kerajaan Singsari jatuh (Kertarajasa adalah menantu Kertanegara, Raja Singasari terakhir). 
Ronggolawe ikut membuka Hutan Tarik yang kelak menjadi Kerajaan Majapahit. Dia juga ikut mengusir pasukan Tartar maupun menumpas pasukan Jayakatwang. 
Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe adalah korban konspirasi politik tingkat tinggi. Penyusun skenario sekaligus sutradara konspirasi politik itu adalah Mahapati, seorang pembesar yang berambisi menjadi patih amangkubumi. 
Melalui skenarionya, Lembu Sora, paman Ronggolawe yang membunuh Mahisa Anabrang akhirnya dibunuh oleh pasukan Nambi melalui tipu daya yang canggih. 
Empu Nambi sendiri mati dengan tragis. Dia diserang pasukan Majapahit pada saat pemerintahan Raja Jayanegara karena bisikan Mahapati bahwa Nambi ngraman. Kidung Sorandaka mencatat, Mahapati menggapai ambisinya dan dilantik menjadi patih amangkubumi tahun 1316. 
mahbubiyah.blogspot.com

Jumat, 05 Februari 2016

Rehabilitasi lahan melalui kemiri sunan

REHABILITASI LAHAN UNTUK MENANGANI KRISIS EKONOMI DENGAN KEMIRI SUNAN DI PON PES SUNAN DRAJAT PACIRAN LAMONGAN





PAPER









OLEH
ADIB UBAIDILLAH MAHBUB
NIS 24428








KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
MAN TAMBAKBERAS JOMBANG
PROGRAM ILMU ILMUSOSIAL (IIS)

FEBRUARI 2016




BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang mempunyai hutan tropis terluas di dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia Pasifik.Indonesia termasuk salah satu penyumbang karbon yang terbesar bagi dunia.Luas hutan hujan tropis Indonesia seluas ± 1.148.400 kilometer persegi yang mempunyai kekayaan hayati yang begitu besar, mulai dari tambang, flora dan faunanya
Lahan adalah salah satu sistem bumi, yang bersama dengan sistem bumi yang lain, yaitu air alam dan atmosfer, menjadi inti fungsi, perubahan, dan kemantapan ekosistem.Tanah berkedudukan khas dalam masalah lingkungan hidup, merupakan kimah (aset) lingkungan dan membentuk landasan hakiki bagi kemanusiaan.
Kerusakan hutan yang terjadi disebabkan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, ketergantungan masyarakat yang tinggal disekitar hutan terhadap kawasan hutan, Penebangan (legal) yang berlebihan dan penebangan illegal, meningkatnya kenaikan jumlah penduduk, kurangnya lahan sebagai tempat tinggal, masyarakat belum mengetahui secara benar tentang fungsi dan manfaat hutan, hutan di ubah menjadi lahan pertanian, kawasan pertambangan, dan perkebunan serta sebab yang disebabkan oleh bencana alam sehingga menyebabkan fungsi hutan hilang. Permasalahan yang dihadapi dalam pengelolahan lahan kritis dan tata air diwilayah ini adalah menyeimbangkan perlindungan dan pelestarian sumberdaya tanah dan air yang terbatas dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia dari latar belakang ini saya akan menerangkan tentang rehabilitasi lahan dan manfaat merehabilitasi lahan khususnya manfaat rehabilitasi lahan untuk mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda masyarakat indonesia saat ini dengan melalui penanaman kemiri sunan seoerti yang telah di lakukan pondok pesantren Sunan Drajat yang telah sukses membudidayakan kemiri sunan dan merubahnya menjadi bahan bakar minyak
Pondok pesantren Sunan Drajat adalah pesantren peninggalan wali songo (Sunan Drajat) yang sekarang sukses di asuh oleh Prof Dr KH Abdul Ghofur banyaknya perusahaan yang telah berdiri di pesantren itu menjadikan pondok pesantren Sunan Drajat menjadi icon pondok moderen yang terbesar dan sukses di Nusantara
Dan salah satunya perusahaan kiyai Ghofur adalah perusahan minyak yang di olah dari perkebunan kemiri sunan yang telah banyak di suplay untuk bahan bakar di Indonesia, yang lebih pentingya hasil dari pengolahan minyak tersebut adalah untuk membangun pondok pesantren tersebut dan juga untuk membantu para santri-santri yang kurang mampu

                                                             BAB II
PEMBAHASAN

A.                Definisi Rehabilitasi lahan
Rehabilitasi lahan adalah usaha memperbaiki atau memulihkan kembali dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak, agar dapat berfungsi secara optimal baik sebagai unsur produksi, media pengatur tata air, maupun sebagai unsur pelindung alam dan juga lingkungan mengatasi merupakan suatu usaha atau penanaman kembali lahan krisis
Lebih detailnya pengertian rehabilitasi lahan adalah suatu usaha memulihkan kembali, memperbaiki dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak supaya dapat berfungsi secara optimal, baik sebagai lahan produksi, media pengatur tata air, ataupun sebagai unsur perlindungan alam dan lingkungannya, Rehabilitasi hutan dan lahan atau RHL merupakan bagian dari sistem pengelolaan hutan dan lahan, yang dilokasikan pada kerangka daerah aliran sungai.Kegiatan Rehabilitasi ini menempati posisi untuk mengisi kekosongan ketika sistem perlindungan tidak dapat mengimbangi hasil sitem budidaya lahan dan hutan, sehingga terjadi deforestasi serta degredasi fungsi hutan dan lahan, Definisi Rehabilitasi Hutan dan Lahan menurut Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999, Rehabilitasi Hutan dan Lahan dimaksudkan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannya dalam mendukung sistem keidupan tetap terjaga.
Rehabilitasi hutan dan lahan yang disosialisasikan sebagai program pemulihan lingkungan hidup yang telah rusak dan sudah menjadi lahan kritis.Kegiatan rehabilitasi hutan, di dalam kawasan hutan ini dikenal dengan sebutan reboisasi.Sedangkan pembangunan kebun kayu di lahan non hutan disebut penghijauan atau pembangunan hutan rakyat.

B.                   Kegiatan Rehabilitasi Lahan
Kegiatan rehabilitasi lahan dilaksanakan melalui kegiatan Penghijauan, Reboisasi, Pemeliharaan , Pengayaan tanaman, atau Penerapan teknik konservasi tanah secara vegetatif dan sipil teknis pada lahan kritis da tidak produktif.
Kegiatan reboisasi dan penghijauan pada umunya dilakukan pada tanah kritis dan areal bekas penebangan liar atau pembalakan.Untuk melaksanakan kegiatan tersebut membutuhkan bibit dalam jumlah besar dan berkualitas baik.
Lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai pengatur media pengatur tata air, unsur produksi pertanian, maupun unsur perlindungan alam dan lingkungannya. Lahan kritis juga merupakan suatu lahan yang kondisi tanahnya telah mengalami proses kerusakan fisik, biologi atau kimia yang pada akhirnya bisa membahayakan fungsi hidrologi, produksi, orologi, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi di sekelilingnya.
Rehabilitasi hutan dan lahan dapat diimplemntasikan pada semua kawasan hutan kecuali cagar alam dan zona inti taman nasional. Sistem RHL dicirikan oleh komponen sebagai berikut:
a. komponen obyek rehabilitasi hutan dan lahan.
b. komponen teknologi.
 
c.komponen institusi.
Sistem RHL merupakan sistem yang terbuka, yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dengan penggunaan hutan dan lahan.Dengan demikian pada prinsipnya Rehabilitasi Hutan dan Lahan, diselenggarakan atas inisiatif bersama semua pihak terkait.Ini berbeda dengan penyelenggaraan RHL, selalu melalui inisiatif pemerintah dan menjadi beban tanggungan pemerintah. Dengan kata lain, ke depannya RHL dilaksanakan oleh masyarakat dengan kekuatan utama dari masyarakat sendiri. Prinsip-prinsip penyelenggaraan RHL secara lebih deskriptif disajikan pada Pola Umum RHL. (http://hutantani.blogspot.com/)
  
D.                Tanaman Kemiri Sunan Sebagai Bahan Bakar Nabati
Tahukah anda tanaman kemiri sunan dan manfaatnya bagi kehidupan kita?Sebagian besar orang pasti mengenal bahwa kemiri adalah bumbu dapur yang digunakan sebagai teman bawang merah dan bawang putih dalam menciptakan cita rasa masakan yang lezat. Lalu, apa manfaat khusus dari tanaman kemiri? Nah, tanaman kemiri yang satu ini sangat istimewa, lain dibandingkan dengan kemiri yang biasa kita kenal sebagai bumbu dapur, tanaman tersebut adalah Kemiri Sunan. Dalam bahasa Latinnya adalah Aleurites Trisperma Blanco.Sama seperti tanaman kemiri biasanya, karena Kemiri Sunan juga tergolong ke dalam tanaman rempah-rempah.Kemiri sunan biofuel saat ini sedang digerakkan oleh pemerintah dan terus ditingkatkan perkembangan beserta penelitiannya.
Perlu Anda ketahui bahwa saat ini agromania penawaran bibit kemiri sunan sudah dikembangkan di salah satu daerah di Jawa Barat guna mengetahui lebih jauh apa itu manfaat dari tanaman kemiri sunan. Sampai sejauh ini Kemiri Sunan telah diketahui mempunyai produktivitas tinggi guna menunjang kebutuhan manusia, diantaranya adalah untuk dijadikan bahan bakar nabati (BBN) sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM (sebagai konservasi lahan kritis, dan untuk industri.Untuk menghasilkan minyak dari kemiri sunan maka kita memanfaatkan bijinya.Pada biji inti diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan minyak untuk bahan bakar.
Penggantian bahan bakar minyak (BBM) menuju bahan bakar nabati (BBN) yang dihasilkan dari tanaman kemiri sunan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia akan adanya BBM impor. Biji dari Kemiri Sunan mengandung minyak lebih dari 50%.Lalu, ada beberapa kandungan asam yang dapat dimanfaatkan secara lebih jauh lagi seperti asam oleostearat, asam stearic dan asam oleic.Jual bibit Kemiri Sunan juga dapat menjadi suatu usaha baru yang menguntungkan.Memang pada saat ini masyarakat belum banyak yang mengetahui manfaat secara pastinya mengenai tanaman ini, namun beberapa tahun mendatang niscaya popularitas kemiri sunan sangat tinggi.
Kelebihan tanaman kemiri sunan, manfaat utama dari tanaman kemiri sunan sudah diulas pada paragraf-paragraf sebelumnya di artikel ini, yaitu dapat menghasilkan minyak sebagai alternatif bahan bakar.Minyak ini dihasilkan dari bijinya. Lalu kelebihan yang lain adalah tanaman ini mempunyai akar yang sangat kuat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi pada lahan-lahan yang kritis yang berpotensi terjadinya banjir, tanah longsor, dan erosi. Tanaman ini juga mampu hidup di lahan yang berlereng. Dikarenakan asal dari kemiri sunan adalah dari Filipina, maka tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di Indonesia yang masih mempunyai kelembaban udara dan iklim yang sama.

Tanaman kemiri sunan dapat tumbuh di daerah yang umumnya dataran rendah sampai dataran sedang, dan berbagai wilayah Indonesia berpotensi untuk mengembangkan tanaman ini. Ini sudah terbukti adanya budidaya di Sumedang, Jaw Barat, sekaligus sedang diadakan riser disana oleh beberapa tim peneliti yang bekerjasama dengan pemerintah. Tanaman ini umumnya tidak membutuhkan terlalu banyak air sehingga dapat bertahan hidup di tempat kering seperti perubahan unsur air di dalam tanah yang ada di Indonesia.
Tanaman Kemiri Sunan mempunyai dedaunan yang lebar sehingga ketika siang hari sangat bermanfaat untuk menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Dua atau tiga tahun ke depan diperkirakan tanaman ini akan menggeser popularitas dari tanaman kelapa sawit dan nyamplung sebagai tanaman penghasil minyak. Karena produktivitas Kemiri Sunan memang lebih baik dibandingkan tanaman-tanaman ini dalam menghasilkan minyak.Apalagi ditambah penanaman dan perawatannya yang cukup mudah di sebagian besar lahan di Indonesia.

E.                 Budidaya Biji Kemiri Sunan
Semakin hari kebutuhan minyak semakin bertambah namun persediaan justru menipis.Selama ini Indonesia bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai bahan utama untuk pembakaran dan keperluan sehari-hari. Apabila kita selalu bergantung pada adanya BBM maka suatu saat kita akan mengalami kekurangan BBM. Untuk menghindari hal tersebut, beralihlah dengan memanfaatkan tanaman sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak. Biji Kemiri Sunan memiliki manfaat yan dapat menolong kita keluar dari jalur ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak.Mungkin saja pembaca masih asing dengan Kemiri Sunan biofuel. Oleh sebab itu, pada artikel ini akan diulas mengenai bahan bakar pengganti BBM yang terbuat dari tanaman Kemiri Sunan.
Mengenal biji kemiri sunan lebih dalam, Kemiri atau dalam bahasa Latin Aleurites Trisperma Blanco adalah tanaman biji yang masih tergolong ke dalam tanaman rempah-rempah.Seperti yang kita tahu selama ini bahwa kemiri bertugas di dapur sebagai pelengkap bumbu untuk masakan.Kemiri juga telah dikenal sebagai bahan untuk membuat produk kecantikan, baik secara alami maupun beragam kosmetik yang dijual di pasaran dengan berbagai merk. Nah, untuk kemiri yang satu ini khususnya Biji Kemiri Sunan dapat dikembangbiakkan untuk menghasilkan bahan bakar nabati sehingga fungsinya sama dengan Bahan Bakar Minyak. Kemiri Sunan berasal dari Filipina dan saat ini dapat tumbuh subur di Indonesia karena masih memiliki iklim yang sama yaitu iklim tropis. Kemiri sunan dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai sedang.
Budidaya Kemiri Sunan saat ini berada di Sumedang, Jawa Barat. Di sana biji kemiri sunan dikembangbiakkan secara terpadu sehingga ketika sudah berumur dapat dimanfaatkan dengan baik. Pohon kemiri sunan dapat tumbuh sampai 15 meter, dan usia maksimal yang dapat dicapainya adalah 75 tahun. Cukup lama bukan?Sebagai bahan bakar biodiesel ini, kemiri sunan dapat terus diperbaharui keberadaannya sambil digali potensi yang lebih dalam lagi seiring berjalannya waktu da berkembangnya ilmu pengetahuan.Selain itu, pohon ini ternyata juga dapat mencegah tanah longsor dan banjir karena akar serabutnya yang mencengkeram kuat di dalam tanah.
Manfaat yang paling utama ada pada biji Kemiri Sunan.Bijinya terdiri dari cangkang, kulit biji, dan biji inti. Biji inti yang akan diproses menjadi minyak biodiesel sebagai alternatif Bahan Bakar Minyak agar Indonesia tidak tergantung lagi kepada tambang minyak secara terus-menerus bahkan untuk minyak impor. Agromania penawaran bibit kemiri sunan sudah banyak ditemui.Biasanya penjualan bijinya dilakukan per kilo dengan harga yang cukup bersahabat.Kandungan minyak nabati di dalam biji kemiri terdapat sekitar 56% dengan cairan warna kuning. Produktivitas dari pohon kemiri sunan lebih baik dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lain yang sudah lebih dahulu dikenal di Indonesia seperti nyamplung dan kelapa sawit.
Secara umum Biji Kemiri Sunan sudah dapat dipanen ketika berumur 4 tahun dan puncak pembuahannya adalah ketika berusia 8 tahun.Minyak nabati yang dihasilkan oleh kemiri sunan ini merupakan minyak yang ramah lingkungan.Di sekitar perkotaan, tanaman Kemiri Sunan ini juga dapat tumbuh dengan baiak dengan perawatan yang tepat Minyak pada kemiri sunan mengandung asam alphaelaeostearic, asam stearic, asam oleic, dan palmitic.
Pada dasarnya yang terkandung di dalam biji kemiri sunan adalah 40% minyak lalu di dalam kernel lebih dari 50% bermanfaat untuk energi alternatif pengganti solar. Secara umum, satu pohon Kemiri Sunan dapat menghasilkan 50-100 kg biji kering setiap tahunnya.Dapat dibayangkan apabila terdapat lahan beberapa hektar untuk menanam pohon tersebut, maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan Bahan Bakar Minyak.
F.                 Pengolahan Kemiri Sunan Menjadi Biodiesel

Sebelum sampai pada pengolahan Kemiri Sunan ada baiknya kita mengenal lebih dalam tentang tanaman kemiri Sunan ini.Pohon yang bersifat konservasi ini bisa mencapai tinggi hingga 20 meter dan bisa hidup dengan sangat baik pada tanah basah dan tanah kering.Tanaman ini juga tidak memerlukan banyak air sehingga tidak menyulitkan bagi para penanamnya. Selain itu, pohon kemiri sunan ini juga disinyalir dapat menahan erosi, karena mampu hidup pada lereng yang memiliki tekstur tanah miring. Tanaman ini juga memiliki ciri khusus pada daunnya yang rimbun.Untuk rehabilitasi lahan krisis, tanaman kemiri sangat cocok, karena dapat membantu reboisasi dengan cepat dan mudah.
Pengolahan kemiri sunan untuk dijadikan biodiesel harus mengalami beberapa kali pengolahan, karena pengolahan pertama akan menghasilkan minyak kotor terlebih dahulu. Baru pada pengolahan berikutnya kemiri dapat menghasilkan biodiesel.Perbedaannya dengan solar adalah penggunaan biodiesel kemiri ini sedikit lebih boros. Namun demikian, keuntungan lain yang bisa didapatkan adalah biodiesel dengan bahan utama kemiri ini lebih ramah lingkungan. Karena tidak memiliki banyak asap yang berwarna hitam dan aromanya juga sangat lain, karena biodiesel ini memiliki bau khas kacang.
Pengolahan Kemiri Sunan Dengan Reaktor Biodiesel Pengolahan Kemiri Sunan sebelumnya pernah di lakukan tes uji coba di Jawa Timur, dan menghasilkan biodiesel yang sangat bagus dan ramah lingkungan.Karena hasil yang sangat memuaskan ini adalah merupakan bukti nyata yang tidak hanya sekedar gosip, maka pemerintah berani memberikan suport untuk para petani pengembang tanaman ini.Berangkat dari harga penawaran bibit kemiri sunan yang tidak terlalu mahal pada setiap batangnya, maka bisa dikembangkan untuk lahan yang telah disediakan oleh pemerintah setempat atau pemerintah daerah.Kemudian pengembangan ini terus dilakukan di beberapa daerah yang diharapkan dapat membuahkan hasil dikemudikan hari.
Pengolahan Kemiri Sunan membutuhkan proses yang tidak terlalu lama, namun demikian tetap harus menggunakan peralatan canggih untuk mengolahnya. Di daerah Sukabumi Jawa Barat telah diberikan bantuan sebuah mesin untuk mengolah kemiri sunan ini menjadi biodiesel.Bantuan alat yang dipersembahkan oleh Badan Litbang Pertanian ini disebut dengan reaktor biodiesel Multifungsi.Bantuan ini diharapkan dapat mewujudkan pengembangan biodiesel kemiri lebih cepat.Maka dari itu, budi daya kemiri sunan kini mulai dilakukan dan digalakkan pada beberapa daerah di Indonesia.
Pengolahan Kemiri Sunan dengan menggunakan reaktor biodiesel multifungsi ini mampu memproses hasil crued oil menjadi biodiesel dengan kualitas yang sangat bagus.Bahkan hasil yang didapatkan mampu melampaui standar batas SNI.Dengan menggunakan mesin ini, bisa didapatkan hasil yang cukup banyak, yaitu hingga 400 biodiesel per jam.Jika demikian maka dalam satu hari alat ini bisa menghasilkan 1600 liter biodiesel.Dengan melakukan pengembangan agromania pengembangan bibit kemiri sunan di seluruh Indonesia, maka diharapkan mampu memenuhi kebutuhan biodiesel ini sebagai bahan bakar nabati (BBN).
Pemerintah juga menyediakan bibit kemiri sunan ini pada beberapa daerah untuk kemudian dibudidayakan dan akan diberikan bantuan mesin reaktor biodiesel multifungsi untuk dapat mengolah bahan bakar minyak secara merata. Dengan adanya pengolahan kemiri sunan ini maka diharapkan negara kita ini tidak terlalu bergantung lagi dengan Bahan Bakar Minyak, yang notabene merupakan bahan bakar yang tidak terbaharukan.Kemiri sunan, nyamplung dan kesambi yang dapat diolah menjadi bahan bakar nabati ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan negara.
G.                Keuntungan Membeli Biji Kemiri Sunan

Pernahkah Anda mendengar Kemiri Sunan? Jika belum, mari sama-sama menyimak tentang eksistensi kemiri sunan yang saat ini sedang meningkat popularitasnya di kalangan peneliti bahan bakar di Indonesia. Tanaman ini dijadikan upaya oleh pemerintah dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak di Indonesia, terutama untuk BBM impor.Mengapa demikian?Karena biji kemiri sunan mengandung minyak sebagai solusi alternatif bahan bakar solar atau biodiesel.Anda juga dapat beli bibit kemiri sunan lalu dibudidayakan sendiri.Pada umumnya, tanaman yang berasal dari negara tetangga, Filipina ini mampu tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah maupun dataran sedang dan wilayah perkotaan.
Bagaimana Cara Beli bibit Kemiri Sunan? Saat ini budidaya Kemiri Sunan berada di Balai Penelitian Tanaman rempah dan Aneka Tanaman Industri yang terletak di Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat.Perhatian ini ditujukan guna meneliti lebih dalam lagi mengenai produktivitas biji Kemiri Sunan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas secara maksimal. Beli bibit Kemiri Sunan yaitu dengan harga Rp1.000,00 per kilo gram dengan biaya proses Rp2500,00 per liter. Oleh sebab itu, diperkirakan biaya produksinya adalah Rp4.500,00 per liter. Apabila bio solar dari biji Kemiri Sunan tersebut dijual Rp7.000,00 per liter maka keuntungannya adalah Rp2.500,00 untuk setiap liternya. Namun ini masih perkiraan yang masih terus dikembangkan.
Sebenarnya ketika Beli bibit Kemiri Sunan, tidak hanya akan menjadi alternatif pengganti bahan bakar minyak saja, namun tanaman ini dapat menjadi konservasi bagi lahan-lahan yang kritis. Tentu saja harga penawaran bibit kemiri sunan sangat sesuai dengan kantong masyarakat Indonesia mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi kehidupan. Ketika menanam tanaman Kemiri Sunan, maka akan mulai berbuah ketika berumur 4 tahun dan puncak berbuah pada umur 8 tahun. Secara maksimal, tinggi pohon ini dapat mencapai 15 meter dan umurnya sampai 75 tahun.
Jual bibit kemiri sunan akan menjadi industri yang menarik untuk beberapa tahun ke depan, mengingat kebutuhan bahan bakar selalu meningkat setiap harinya. Tidak hanya untuk alat transportasi seperti kendaraan bermotor saja, namun beberapa alat pertanian dan alat rumah tangga lain juga membutuhkan bahan bakar. Bahan bakar nabati yang dihasilkan dari biji Kemiri Sunan dapat menjadi suatu pencerahan yang positif. Terlepas dari itu, beli bibit Kemiri Sunan juga akan menguntungkan dalam industri kerajinan. Minyak kemiri yang dihasilkan oleh biji Kemiri Sunan mengandung asam oleostearat guna mengawetkan kayu, sebagai cat dan pernis, bahan pelapis anti-air, dan sebagainya.
Itulah keuntungan dari beli bibit kemiri sunan lalu dibudidayakan dengan baik dan bijinya bermanfaat untuk diproses menjadi minyak.Tahukah Anda bahwa ternyata kayu tanaman kemiri juga sangat potensial?Kayunya dapat dimodifikasi menjadi berbagai jenis furnitur dan berbagai kerajinan lainnya. Memang kualitas kayu ini masih sangat jauh dari kayu jati, namun setidaknya ada beberapa industri yang dapat dihasilkan dari kayu tanaman kemiri seperti korek api, sampan, dan lain-lain.
Untuk lebih menguatkan Anda untuk beli bibit kemiri sunan, Anda juga perlu mengetahui kelebihan dari kemiri sunan, diantaranya yaitu selain dapat dimanfaatkan untuk membuat minyak dari bijinya, membuat kerajinan dari kayunya, ternyata juga dapat dijadikan sebagai tanaman konservasi lahan kritis pencegah tanah longsor, banjir dan erosi. Ukuran pohon sedang dan dapat beradaptasi dengan mudah di lingkungan tropis seperti Indonesia.Pohonnya juga tidak memerlukan banyak air dan dapat tumbuh pada tanah yang kering di iklim basAH

mahbubiyah.blogspot.com 

SUNAN BONANG, WALI YANG MEMBUJANG DENGAN EMPAT MAKAM ,


Mereka yang melacak jejak Sunan Bonang setidaknya akan mendapatkan
tiga lokasi pemakaman, yang jika para juru kuncinya ditanggapi
terlalu serius, tentu akan menjadi bingung - karena tiada cara untuk
membuktikan kesahihannya.

Kerancuan ini disebabkan antara lain karena sejak awal tidak
terbedakan, mana yang makam dan mana yang petilasan: tempat para
wali pernah tinggal, mengajar, atau sekadar lewat saja. Meski
begitu, petilasan boleh dianggap tak kalah penting dengan makam,
karena makam sebetulnya hanyalah tempat para beliau dikubur,
sedangkan petilasan justru merupakan atmosfer lingkungan hidup
seorang wali ratusan tahun silam.

Apabila petilasan yang menjadi ukuran, maka jumlah lokasi yang
terhubungkan dengan Sunan Bonang menjadi empat.

Kisah empat lokasi
Lokasi pertama, dan yang paling populer, adalah makam di belakang
Mesjid Agung Tuban. Barang siapa berkunjung ke sana akan melihat
suatu kontras, antara Mesjid Agung Tuban yang arsitekturnya megah
dan berwarna-warni itu, dengan astana masjid Sunan Bonang di
belakangnya yang sederhana. Di dekat astana mesjid yang mungil
itulah terletak makam Sunan Bonang. Untuk mencapai tempat itu kita
harus menyusuri gang sempit di samping mesjid besar, bagaikan
perlambang atas keterpinggiran alam mistik dalam kehidupan pragmatik
masa kini.

Lokasi kedua adalah petilasan di sebuah bukit di pantai utara Jawa,
antara Rembang dan Lasem, tempat yang dikenal sebagai mBonang, dan
dari sanalah memang ternisbahkan nama sang sunan. Di kaki bukit itu
konon juga terdapat makam Sunan Bonang, tanpa cungkup dan tanpa
nisan, hanya tertandai oleh tanaman bunga melati. Namun atraksi
utama justru di atas bukit, tempat terdapatnya batu yang digunakan
sebagai alas untuk shalat - di batu itu terdapat jejak kaki Sunan
Bonang, konon kesaktiannya membuat batu itu melesak.

Situs ini berdampingan dengan makam Putri Cempo (Cempa, Campa) dan
ini terjelaskan oleh cerita tutur bahwa Sunan Bonang adalah putra
Sunan Ngampel Denta yang berasal dari Cempa tersebut - seperti
teruraikan dalam Intisari bulan lalu. Sunan Bonang telah memindahkan
makam putri Darawati atau Andarawati yang merupakan maktuanya
tersebut dari makam lama di Citra Wulan (bertarikh Jawa 1370 alias
1448 Masehi, mungkin maksudnya di wilayah ibukota Majapahit) ke
Karang Kemuning, Bonang, tak dijelaskan kenapa. Namun keterangan ini
muncul sebagai catatan kaki atas cerita tentang perampasan barang-
barang berharga Demak ketika direbut Mataram, dalam Kerajaan-
Kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram (1974)
karya Graaf dan Pigeaud.

Lokasi ketiga adalah makam Sunan Bonang di Tambak Kramat, Pulau
Bawean. Ketika Intisari melacak ke pulau terpencil antara Jawa dan
Kalimantan tersebut, terdapat dua makam Sunan Bonang di tepi pantai -
dan tiada cara untuk memastikan mana yang lebih masuk akal, meski
untuk sekadar "dikira" sebagai makam Sunan Bonang. Salah satu makam
memang tampak lebih terurus, karena dibuatkan "rumah" dan diberi
kelambu - sedang makam satunya masih harus bersaing pengakuan dengan
spekulasi lain bahwa itu sebenarnya makam seorang pelaut dari
Sulawesi yang kapalnya karam di sekitar Bawean.

Dengan begitu, sudah terdapat tiga situs yang disebut sebagai makam
Sunan Bonang. Tentang makam di Bawean terdapat legenda yang bisa
diikuti dari Islamisasi di Jawa: Walisongo, Penyebar Islam di Jawa,
Menurut Penuturan Babad (2000) karya Ridin Sofwan, Wasit, dan
Mundiri. Konon setelah Sunan Bonang wafat di Bawean, murid-muridnya
di Tuban menghendaki agar Sunan Bonang dimakamkan di Tuban, tetapi
para santri di Bawean berpendapat sebaiknya dimakamkan di Bawean
saja, mengingat lamanya perjalanan menyeberangi laut. Syahdan, para
penjaga jenazah di Bawean telah disirep (ditidurkan dengan mantra)
oleh mereka yang datang Bawean telah disirep (ditidurkan dengan
mantra) oleh mereka yang datangmalam hari dari Tuban.

Dikisahkan betapa kuburan dibongkar {versi lain, dalam Misteri Syekh
Siti Jenar: Peranan Walisongo dalam Mengislamkan Tanah Jawa (2004)
karya Hasanu Simon, jenazah masih di tengah ruangan dan jenazah
dibawa berlayar ke Tuban malam itu juga, untuk dimakamkan di dekat
astana mesjid Sunan Bonang. Meskipun begitu, menurut para santri
Bawean, yang berhasil dibawa ke Tuban sebetulnya hanyalah salah satu
kain kafan; sebaliknya menurut para santri Tuban, yang terkubur di
Bawean juga hanyalah salah satu kain kafan.

Lokasi keempat adalah sebuah tempat bernama Singkal di tepi Sungai
Brantas di Kediri. Konon dari tempat itu, seperti dituturkan dalam
Babad Kadhiri, Sunan Bonang melancarkan dakwah tetapi gagal
mengislamkan Kediri. Ketika laskar Belanda-Jawa pada 1678 menyerang
pasukan Trunajaya di daerah itu, mereka menemukan mesjid yang
digunakan sebagai gudang mesiu, seperti dilaporkan Antonio Hurdt.
Menurut Graaf dan Pigeaud, "Adanya mesjid yang cukup penting di
Singkal pada abad ke-17 menyebabkan legenda yang mengisahkan tempat
itu sebagai pusat propaganda agama Islam pada permulaan abad ke-16
menjadi agak lebih dapat dipercaya." Tentang Babad Kadhiri itu
sendiri, yang disebutkan telah dibicarakan G.W.J. Drewes, dianggap
Graaf dan Pigeaud sebagai "kurang penting bagi sejarawan, yang
mencari peristiwa-peristiwa yang serba pasti."

Meskipun Hasanu Simon meragukan Sunan Bonang pernah pergi ke Bawean,
berdasarkan faktor usia dan kesulitan perjalanan masa lalu,
tersebutnya Sunan Bonang di berbagai tempat ini membenarkan penemuan
Graaf dan Pigeaud. "Menurut cerita, Wali Lanang di Malaka memberikan
tugas-tugas berbeda tetapi senada kepada kedua muridnya: Santri
Bonang pada umumnya harus menyebarkan (dan memang, kenyataannya
kelak Sunan Bonang banyak menjelajahi daerah-daerah), tetapi Raden
Paku harus menetap di Giri (dan tentang dia tidak diberitakan
perjalanan-perjalanan jauh)." Kedua sejarawan ini juga sama sekali
tidak menghubungkan Sunan Bonang dengan Bawean.

Siapakah Sunan Bonang?
Berdasarkan cerita tutur dari berbagai sumber tersebutkan Sunan
Bonang adalah putra Sunan Ngampel Denta dari istrinya yang bernama
Nyai Ageng Manila (sumber lain menyebut Dewi Candrawati, putri dari
Majapahit), dan kelak ia menjadi imam yang pertama di Mesjid Demak.
Diperkirakan lahir antara 1440 atau 1465, dan meninggal 1525, masa
pelajaran ditempuh di bawah ayahnya, dengan saudara seperguruan
Raden Paku yang kelak menjadi Sunan Giri. Namanya sendiri adalah
Makdum Ibrahim dan karena tidak pernah menikah, atau setidaknya tak
berputra, ia juga disebut Sunan Wadat Anyakra Wati.

Konon ia dan Raden Paku bermaksud naik haji ke Mekah, dan sebelumnya
berguru kepada Abdulisbar atau Dulislam di Pasai (versi lain Wali
Lanang, kali ini ayah Raden Paku, di Malaka), tetapi yang kemudian
diminta kembali ke Jawa oleh gurunya. Menurut Abdul Hadi WM dalam
Sunan Bonang, Perintis dan Pendekar Sastra Suluk (1993), "Pada tahun
1503, setelah beberapa tahun jabatan imam mesjid dipegangnya, dia
berselisih paham dengan Sultan Demak dan meletakkan jabatan, lalu
pindah ke Lasem. Di situ dia memilih Desa Bonang sebagai tempat
tinggalnya. Di Bonang dia mendirikan pesantren dan pesujudan (tempat
tafakur), sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya, Tuban."

Sangat terkenal kisahnya sebagai wali yang memberikan Raden Sahid
alias Brandal Lokajaya suatu pencerahan, sehingga kelak menjadi
pendakwah sinkretik ulung bernama Sunan Kalijaga. Namun dalam Serat
Dermagandul yang baru ditulis tahun 1879, yang bersikap negatif
terhadap para wali, seperti diteliti Denys Lombard dalam Nusa Jawa,
Silang Budaya 2: Jaringan Asia (1990), Sunan Bonang "digambarkan
sebagai tokoh kasar dan tidak tahu malu." Tentu saja ini bagian
dari "politik dongeng" yang sering bisa dilacak atas berbagai
legenda, mengingat tokoh Sabdopalon dan Nayagenggong dalam karya itu
digambarkan menolak masuk Islam.

Sementara itu, sejauh cerita yang menyebut Sunan Bonang sebagai
putra Sunan Ngampel Denta bisa dipercaya, Sunan Bonang tentu
tergolong keturunan orang Cam - tepatnya keturunan orang asing yang
menyebarkan Islam di Jawa. Mungkinkah ini yang membuat orang
berspekulasi bahwa nama Sunan Bonang berasal dari Lim Bun An bahkan
juga Bong Ang atau Bong Bing Nang, sementara Sunan Ngampel Denta
tersebut sebagai Bong Swie Hoo? Tentu maksudnya bahwa para wali ini
adalah keturunan Tionghoa, seperti disebut tanpa argumentasi
meyakinkan dalam Tuanku Rao (1964) oleh Mangaraja Onggang
Parlindungan maupun dalam Kalidjaga (1956) oleh Hadiwidjaja.

Spekulasi ini hanya meyakinkan sejauh menyangkut Raden Patah, sultan
Demak yang pertama, seperti terbahas dalam Arus Cina-Islam-Jawa:
Bongkar Sejarah atas Peranan Tionghoa dalam Penyebaran Agama Islam
di Nusantara Abad XV & XVI (2003) karya Sumanto Al Qurtuby. Tentang
para wali, jangankan sebagai keturunan Tionghoa, sedangkan
keberadaan mereka secara historik saja hanya bisa dibeberkan dengan
spekulasi yang sangat hati-hati, melalui analisis teliti terhadap
sumber-sumber yang nyaris merupakan dongeng. Para sejarawan lebih
cenderung merujukkan cerita tentang ketionghoaan itu, untuk menafsir
fakta keberadaan komunitas Muslim Tionghoa, yang sudah bertebaran di
berbagai daerah pantai di Jawa Timur sejak abad ke-15. Hilda
Soemantri dalam Majapahit Terracotta Art (1997) misalnya menunjuk
keramik "orang berturban" di antara keramik "orang
Tartar", "Tionghoa tertawa", maupun "Tionghoa bertopi", yang
menunjukkan ketertarikan para seniman keramik Majapahit kepada orang-
orang asing, termasuk yang beragama Muslim, di daerah pantai.

Ini tentu saja mendukung "teori Cina" sebagai salah satu teori
tentang kedatangan Islam di Pulau Jawa, terutama melalui Tuban dan
Gresik. Pengembara dari Tiongkok, Ma Huan, mencatat adanya Xin Cun
(Kampung Baru) di Gresik yang berpenduduk seribu orang Tionghoa asal
Guangdong dan Zhangzhou. Sebegitu jauh, pelacakan atas keberadaan
Sunan Ngampel Denta, yang disebut sebagai ayah Sunan Bonang, hanya
terujuk kepada keberadaan bangsa Cam dan terdapatnya poros Jawa
Timur-Campa - dan kitab seperti Serat Dermagandul adalah
bentuk "perlawanan" kepercayaan lama setelah Islam menjadi dominan
di Jawa pada abad ke-19.

Tentang "kitab Bonang"
Sarjana Belanda B.Schrieke menulis tesis Het Boek van Bonang pada
1916, seperti mengandaikan bahwa manuskrip yang dibahasnya adalah
karya atau ajaran Sunan Bonang. Sayang sekali bahwa penamaan "Kitab
Bonang" itu tidak dianggap tepat, juga oleh Graaf dan Pigeaud,
karena tidak ada bukti meyakinkan bahwa naskah itu memang ditulis
oleh Sunan Bonang. Meski begitu, disetujui bahwa manuskrip tersebut
memberi gambaran tentang ajaran Islam macam apa yang dominan
didakwahkan pada abad ke-16, jadi mungkin pula diajarkan seorang
wali seperti Sunan Bonang, sebagai pengenalan pertama kepada orang-
orang yang jika tidak memeluk agama Buddha atau Hindu, tentu memeluk
kepercayaan sebelum agama besar yang mana pun tiba di Jawa.

Tesis Schrieke itu kemudian dikoreksi oleh Drewes, dan diberi
terjemahan bahasa Inggris sebagai The Admonitions of Seh Bari
(1969). Manuskrip yang dimaksud, seperti diuraikan Abdul Hadi WM,
rupanya terdiri dari sejumlah suluk - suatu genre dalam kesusastraan
Jawa, Sunda, dan Madura yang memang muncul pertama kali abad ke-15
bersama penyebaran Islam. Bukan kebetulan agaknya, karena suluk
berarti jalan kerohanian, isinya adalah ajaran-ajaran tasawuf. Dalam
hal manuskrip terbincangkan ini, khususnya yang berjudul Suluk Wujil
(koreksian Purbatjaraka terhadap Schrieke yang menyebutnya Suluk
Dulil), disebutkan Purbatjaraka sebagai ajaran rahasia untuk orang-
orang tertentu saja. Rahasia artinya tidak begitu saja bisa
dipahami, seperti dapat diperiksa dari kutipan-kutipan berikut:

"Tak ada orang tahu di mana Mekkah yang hakiki berada, sekalipun
mereka melakukan perjalanan sejak muda hingga tua renta. Mereka tak
akan sampai ke tujuan. Kecuali apabila seseorang mempunyai bekal
ilmu yang cukup, ia akan dapat sampai di Mekkah dan malahan sesudah
itu akan menjadi wali.

"Apabila seseorang sembahyang di sana, maka hanya ada ruangan untuk
satu orang saja. Jika ada dua atau tiga orang yang bersembahyang,
maka ruangan itu juga akan cukup untuk dua tiga orang itu saja.
Namun jika terdapat 10.000 orang bersembahyang di sana, maka Ka'bah
dapat menampung mereka semua. Bahkan seandainya seluruh dunia akan
dimasukkan ke sana, maka seluruh dunia akan tertampung juga."

Teks seperti ini, disebutkan Abdul Hadi WM sebagai, "... kerap
menimbulkan persoalan. Baik golongan kebatinan maupun ortodoks
jarang dapat memberi tafsir yang sesuai dan bermanfaat terhadap
hakikat ajaran para sufi." Manuskrip ini disalah tafsirkan Schrieke
sebagai karya Sunan Bonang, kemungkinan besar karena tokoh bernama
Sunan Bonang muncul dalam Suluk Wujil, sebagai guru tasawuf tokoh
Wujil yang berarti cebol. Purbatjaraka dalam Kepustakaan Djawa
(1952) menduga karya itu ditulis oleh "sastrawan Jawa yang menjadi
murid sang wali". Sementara berdasarkan penelitiannya, menurut
Drewes penulisnya adalah Seh Bari dari Karang, daerah Banten.
Terutama dalam suluk tersebut, unsur-unsur kerohanian Jawa klasik
dan tasawuf Islam terpadukan. Kisahnya sendiri mewadahi gagasan
zaman peralihan: Wujil, seorang terpelajar Majapahit yang
meninggalkan aga Hindu dan beralih menjadi penganut Islam.

Dengan demikian, meski dari sudut ilmu sejarah tidak bisa dipastikan
bahwa Sunan Bonang yang menulis Suluk Wujil, dari manuskrip tersebut
tergambarkan segi-segi wajd (ekstase mistis) dan kasyf
(tersingkapnya mata batin) yang akan membawa seseorang kepada
kesadaran supralogis, atau bisa disebut dimensi mistik, yang layak
diduga sebagai daya tarik bagi orang-orang Jawa abad ke-15 dan 16
untuk menerima Islam.
mahbubiyah.blogspot.com